Selasa, 29 Mei 2012

nyale kaliantan

“Event tahunan ini dikemas sedemikian rupa dan digelar selama tiga hari berturut-turut,” ungkap Kabag Humas dan Protokol Setdakab Lotim Drs. Iswan Rahmadi kepada wartawan di kantornya.

Panitia lokal pun telah siap menyukseskan pagelaran Pesta Bau Nyale tersebut. Pelaksanaan event ini diserahkan langsung ke masyarakat setempat, di bawah koordinasi Camat Jerowaru. “Pagelaran ini juga salah satu bentuk pelestarian adat dan budaya,” katanya.
Apalagi sekarang ini, menurut dia, pemerintah sedang menggiatkan promosi untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke NTB pada umumnya, dan Lombok Timur khususnya. “Kegiatan serupa juga digelar di Pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah,”  katanya.
Camat Jerowaru Purnama Hadi, ketika dikonfirmasi mengatakan, panitia telah siap menyukseskan event bau nyale tersebut. “Segala pelaksanaan termasuk masalah keamanan di lokasi, sudah ready,” katanya.
Puncak Pesta Bau Nyale diperkirakan terjadi Senin malam (Minggu, 12/2). Dan kegiatan ini direncanakan akan dihadiri Bupati Lombok Timur dan pejabat lainnya, termasuk pejabat dari provinsi. dikutip dari www.gomong.com ( SZ )




pelabuhan lembar



Pelabuhan Lembar sejak penjajahan Belanda merupakan pelabuhan untuk tempat kegiatan bongkar muat perahu-perahu layar dan tempat berlindung kapal-kapal pada musim barat. Pada mulanya, Pelabuhan Lembar ini terletak di Ampenan, kota Mataram yang merupakan salah satu pelabuhan di bawah koordinasi KEDAPEL DAERAH IV Surabaya.

Pelabuhan Pantai Ampenan dipindah lokasinya ke daerah Lembar b er dasarkan SK. MENHUB RI. KM. 77/LL305/PHB-77 tanggal 13 Oktober 1977.
Berdasarkan KM. 13/LL305/PHB-79 tanggal 11 Januari 1979 ditetapkan pengalihan kegiatan kepelabuhanan dari Pelabuhan Ampenan ke Pelabuhan Lembar di Lombok Propinsi Nusa Tenggara Barat, maka sejak itu telah diadakan pengalihan kegiatan kepelabuhanan dari Ampenan ke Lembar hingga sekarang.

  Untuk menunjang sektor pariwisata, sejak tahun 1993 terdapat kegiatan angkutan penyeberangan cepat dari Lembar-Benoa (PP) dengan menggunakan kapal cepat jenis Hydro Foil dengan rata-rata penumpang tiap hari 100 orang. Pada musim tertentu (bulan Nopember-Maret), Pelabuhan Lembar ramai dikunjungi kapal wisata asing dari manca negara. Hal ini telah ditunjang dengan keluarnya kebijaksanaan pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Kehakiman tanggal 30 Nopember 1994 bahwa Pelabuhan Lembar telah ditetapkan sebagai daerah bebas visa kunjungan singkat.

Pelabuhan Lembar disinggahi oleh kapal penumpang PT. PELNI sebanyak 8 (delapan) kali perbulan dengan rata-rata penumpang 1.500 orang/kapal serta kapal cepat PT. ASDP (Persero) 2 (dua) kali seminggu. Packing Plant Indocement akan dibangun di wilayah yang berada di Daerah Lingkungan Kerja (DLKR) Pelabuhan Lembar dengan kapasitas 250.000 ton pertahun dan juga akan dibangun untuk Docking Repair kapal-kapal dengan Dead Weight Tonage (DWT) kapal rata-rata ukuran 1000 - 1500 Ton.
pelabuhan haji lombok timur

Pemerintah pusat melalui Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional memberikan dukungan dana stimulus fiskal untuk sektor perhubungan khususnya pelabuhan laut dan penyebrangan sebesar Rp 10 Miliar.

Menurut deputi bidang Sumber Daya Manusia Bappenas Nina Sarjunani, dukungan dana stimulus untuk pelabuhan haji Lombok Timur itu diharapkan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja dan mencegah kemiskinan lebih lanjut.

Diharapkan program pembangunan masyarakat NTB dapat berjalan maksimal. "Dengan dana stimulus ini juga dapat menopang pertumbuhan sektor ekonomi lainnya," kata Nina dihadapan peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Hotel Lombok Raya.

Lebih lanjut Nina menyatakan program percepatan pembangunan harus segera ditindak lanjuti mengingat Indeks Pembangunan Manusia NTB masih rendah. Tidak hanya itu Indeks Pembangunan Gender dan Indeks Pemberdayaan Gender NTB juga berada pada posisi ke 24 untuk IPG dan ke 33 untuk IDG.

Saat ini pemerintah pusat telah menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat diantaranya program PNPM mandiri dan program perbaikan insfrastruktur.

Musrenbang yang dilaksanakan selama empat hari itu dihadiri sejumlah dirjen dari lima departemen yakni departemen dalam negeri, Departemen Pekerjaan Umum Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Menteri Perumahan Rakyat.
pantai senggigi



” Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah ditengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.
demikian tertulis di wikipedia  http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Seng…)
Yup, Pantai Senggigi adalah Pantai Lombok yang paling populer. Baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Ibaratnya kalau ke Bali ga afdol kalo ga ke Kuta, demikian pula kalo mengunjungi Lombok, rasanya kurang siip kalo ga ke Senggigi. Selain karena keindahan dan keasriannya, Lokasi Pantainya pun cukup strategis. Hanya perlu setengah jam saja dari Bandara Selaparang untuk sampai ke kawasan wisata Senggigi. Sebelum sampai ke Kawasan Wisata Senggigi perjalanan anda akan dimanjakan oleh keindahan panorama sepanjang Jl. Senggigi seperti Pantai Batu Layar dan Pantai Pura Batu Bolong.
Setelah sampai di Kawasan Wisata Senggigi, anda dapat langsung menuju Pantai Senggigi. Anda akan mendapatkan beberapa pilihan. Langsung bermain-main di pantainya, atau bermain kano, snorkeling atau sekedar menikmati pemandangan sambil duduk-duduk di warung makan lesehan di pinggir pantainya. Untuk anda yang ingin beristirahat langsung, terdapat banyak pilihan penginapan mulai dari hotel berbintang hingga hotel kecil ataupun losmen-losmen. Buat yang butuh oleh-oleh atau cendera mata pun terdapat pasar seni. Kalo malem mo dugem juga bisa kok ;)  seperti di Legian Kuta, di Senggigi pun terdapat cafe-cafe, Restoran hingga diskotik.
Waktu yang menurut gw paling tepat menikmati Senggigi adalah mulai sore hari. Karena sunsetnya indah bangetz. :) oiya, klo pas cerah bisa liat samar-samar gunung agung (Bali) dari senggigi. Menambah indah pemandangan sunsetnya.


WISATA RELIGI MAKAM "LOANG BALOQ" DI PULAU LOMBOK


      Pantai Ampenan di Pulau Lombok terlihat begitu tenang. Deburan ombak  bergulung berkejaran tak jauh dari bibir pantai.  Sementara pohon kelapa  yang menaungi tanaman perdu disekitarnya, terlihat melambai-lambai menyambut sore tiba. 
    Di seberang jalan, tidak jauh dari Pantai Ampenan, angin  semilir   terasa mendekap pohon tinggi menjulang. Di bawah pohon beringin itulah telah bersemayam jasad tokoh masyarakat yang disegani. Makam tersebut sangat dikeramatkan.



AIR TERJUN SENDANG GILE


Setelah sarapan pagi di hotel, selanjutnya Perjalanan wisata alam di mulai dengan mengunjungi object pertama yaitu pasar traditional Lendang bajur untuk membeli buah buahan atau kacang yang akan kita bagikan kepada monyet monyet yang ada di hutan pusuk, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Hutan Pusuk yang dihuni oleh Ratusan Kera yang berkeliaran di sepanjang jalan menanti makanan dari pengunjung, setelah mengambil gambar dan puas melihat nuansa sekitar perjalanan kita lanjutkan ke air terjun, di tengah jalan anda akan di suguhkan keindahaan alam dengan bukit-bukit, sawah dan hutan, setelah itu kita akan tiba di desa Segenter, desa tradisional Sasak yang masih sangat alami dan kuno. Kemudian mengunjungi Masjid kuno Bayan. Dan terakhir mengunjungi Air Terjun Sendang Gile di kaki Gunung Rinjani dengan suara gemercik air menerpa batu bagaikan suara nyanyian yang merdu menambah makin indahnya alam disekitarnya dengan udara pegunungan yang segar dan alami. Di Air terjun silahkan anda mandi sepuas puasnya, selesai mandi selanjutnya kita makam siang di Rumah Makan Pondok senaru yang berada di ketinggian 700 meter diatas permukaan laut sambilan menikmati pemandangan sawah yang terhampar luas nan hijau dari kejauhan. sore hari kita kembali ke hotel dengan melewati pantai malimbu dengan pemandangan matahari tenggelam di balik gunung agung di pulau Bali. Selanjutnya menuju hotel dan istirahat acara bebas.





TENUN TRADISIONAL SASAK

 
Tenun khas daerah Lombok masih dikerjakan secara manual dan banyak dikerjakan oleh kaum wanita. Untuk membuat satu lembar kain tenun berukuran lebar 1 meter dan panjang 2 meter memerlukan waktu berhari-hari bahkan bisa mencapai 2 bulan tergantung tingkat kerumitan motif kain. Hargapun lebih mahal dari hasil tenun dengan mesin, harga bervariasi dari Rp. 300 ribu sampai ada yang mencapai Rp. 2 juta. Kita bisa menyaksikan cara pembuatan kain tenun secara manual ini di toko Dharma Setya di daerah Puyung - Lombok Tengah kira-kira 20 km arah timur kota Mataram.


 bandara internasional lombok

Bandara Internasional Lombok (BIL) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dalam tiga hari ini menjadi obyek wisata atau pelesiran bagi masyarakat sekitar lingkar bandara. Mereka berbondong-bondong menyaksikan lalu-lalang pesawat, sembari membawa bekal untuk makan siang atau pun makan malam.
"Aiiii, to bat langan kapal nu kelep, (aiii, ke arah barat pesawat itu terbang," ujar H Zohdi, warga Lingkungan Bual, Desa Gerantung, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, yang berdiri di pagar kawat pembatas apron BIL.
Senin siang, pagar pembatas itu dipenuhi oleh warga yang menyaksikan pesawat yang lepas landas dan landing di BIL yang memiliki landasan pacu 2.750 meter itu. Untuk itu, H Zohdi bersama puluhan tetangganya, misalnya mengeluarkan ongkos angkutan umum Rp 5.000 per orang. Zohdi berada di BIL pukul 07.00, dan bar u meninggalkan bandara itu pukul 14.00.
Sebelum pulang, para pengunjung membuka bekal makan siang yang dibawa dari rumah, duduk menggelepar di pelataran terminal BIL. Sambil menyantap bekal, mata mereka s esekali menengok ke run way guna memastikan ada-tidaknya pesawat yang lepas landas maupun landing.
Saya ingin tahu, karena selama ini cuma nonton lewat televisi saja bagaimana kapal terbang naik-turun, kata Sudirman, warga Desa Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Sudirman ingin membuang rasa penasaran, sebab sejak BIL diresmikan dia mendapat cerita dari tetangganya. Hari itu Sudirman bersama isteri-anaknya ber sepeda motor ke BIL yang berjarak 30 km dari kampungnya.
Menjelang sore hingga tengah malam, sampai pesawat terakhir menyentuh landasan pacu, BIL ibarat pasar malam. Masyarakat dari berbagai asal di Lombok Tengah, setidaknya dalam dua hari belakangan, meluangkan waktu u ntuk menyaksikan aktivitas di BIL. Tas kresek berisi bungkusan nasi, lauk-pauk dan minuman dalam botol menjadi barang bawaan utama mereka.
Bupati Lombok Tengah, Suhaili FT, mengatakan, pihaknya memahami perasaan warga yang selama ini mendambakan keberadaan BIL. Inilah salah satu ekspresi warga kami yang selama ini cuma mendengar cerita bahwa akan dibangun disini, ujarnya.
Untuk itu BIL selama dua hari pengunjung dibebaskan masuk BIL, dengan konsekwensi adalah suasana bandara itu kotor oleh sampah, bagaikan di obyek wisata, pasar malam, adanya pasar kaget dan istilah lainnya.
Namun hari ketiga ini, jajaran Pemkab Lombok Tengah bersama PT Angkasa Pura, melakukan pendekatan persuasif, memberikan pemahaman kepada warga dan pedagang berbagai aturan yang berlaku dalam Bandara. Namanya yang diatur orang banyak, dan tiap orang punya keinginan. Mudah-mudah, hari-hari berikutnya BIL ini menjadi lebih tertib, ujar Bupati Suhaili.


PANTAI BUMBANG

PRAYA, 16/2 - POTENSI PANTAI BUMBANG. Sejumlah wisatawan lokal tiba dengan menggunakan perahu di pantai Bumbang, Dusun Bumbang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (16/2). Daerah selatan Pulau Lombok memiliki potensi wisata pantai yang eksotik dan bisa menarik kunjungan wusatawan lokal maupun mancanegara namun fasilitas akomodasi masih belum memadai serta akses jalan darat menuju pantai-pantai tersebut masih buruk. FOTO ANTARA/Ahmad Subaidi/ss/nz/11